Setiap Orang Tua Berpotensi Terapkan Pengasuhan Positif

Blog Single

SAHABAT KELUARGA- Sejatinya,setiap orang tua memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kepercayaan diri untuk membesarkan anak-anak mereka di dunia yang aman, penuh cinta, dan dengan konflik yang rendah. Demikian dikatakan Matthew R Sanders, PhD., pendiri Parenting and Family Support Centre, Universitas Queensland, Australia, pada Seminar Nasional Pendidikan Keluarga, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin, 25 Juli 2016 lalu.

Menurut pria yang sudah bergelut selama 30 tahun dalam dunia parenting ini, setiap orang tua, dalam bentuk, cara, dan pola yang berbeda, memiliki kapasitas dan potensi untuk menerapkan pola pengasuhan positif terhadap anak-anaknya.

Apa itu pola pengasuhan positif? Yakni  pengasuhan berdasarkan kasih sayang, saling menghargai, melindungi anak, memenuhi kebutuhan anak dan merangsang tumbuh kembang anak.

“Pola pengasuhan positif perlu menjadi norma standar di masyarakat dan negara menjadikannya sebagai prioritas kebijakan untuk meminimalkan pengalaman yang merugikan anak, “kata Sanders.

Ada banyak dampak positif yang diperoleh seoranag anak bila pola pengasuhan positif ini diterapkan secara sungguh-sungguh oleh setiap keluarga. Antara lain, :

  1. Anak memiliki keterampilan bahasa dan komunikasi;
  2. Anak memiliki keterampilan social atau bergaul;
  3. Anak memiliki kesehatan dan kesejahteraan fisik yang prima;
  4. Anak memiliki keterampilan menyelesaikan masalah;
  5. Anak mampu menghargai keberagaman dan setiap perbedaan

“Intinya, pola pengasuhan positif akan membuat anak mempunyai kemampuan mengelola emosi serta memiliki prestasi secara akademik dan bagi masyarakat akan  menurunkan angka berbagai masalah perilaku, sosial, emosional dan kesehatan,  “tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, dengan melakukan pola pengasuhan positif terhadap anak-anaknya, orang tua juga akan beroleh banyak manfaat, antara lain :

  1. Meningkatnya kepercayaan diri;
  2. Tingginya kepuasan dalam pengasuhan;
  3. Meningkatkan mood;
  4. Mengurangi stress dalam pekerjaan;
  5. Menurunkan konflik dalam pekerjaan dan keluarga;
  6. Meningkatnya dukungan sosial. (Yanuar Jatnika)