Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020. Peresmian ini disaksikan langsung secara virtual di Jakarta, Jumat (24/09) oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan para Direksi operator seluler yang ada di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, AXIS, 3 (Tri), dan Smartfren.

Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5 GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar.

Mendikbud mengatakan kuota internet akan dibagikan merata kepada seluruh pendidik dan peserta didik yang telah terdaftar. Para orang tua siswa pun tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka belum mendapatkan bantuan kuota, karena mekanisme penyaluran bantuan kuota data internet dilakukan secara bertahap. Program ini merupakan langkah pemerintah untuk mengoptimalkan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sebagian melakukannya secara daring di masa pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut warga masyarakat menyambut hangat adanya “Bantuan Kuota Data Internet” ini.

Salah satu yang sudah merasakan manfaat dari bantuan kuota internet ini adalah para pemenang Lomba Blog dan Vlog, bertemakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud.

Hal itu diungkapkan oleh Naura Athaya Sharif, SMPN 14 Kota Malang setelah mengikuti pengumuman Lomba Blog dan Vlog pada Webinar Generasi Berkarakter “Hindari Narkoba”, Sabtu (26/9). Naura mengaku sangat senang ketika mendapatkan bantuan kuota internet. Pihak sekolahnya SMPN 14 Kota Malang telah melakukan pendataan nomor HP siswa atau nomor HP orang tua yang aktif digunakan untuk internet melalui aplikasi google form pada bulan agustus lalu. Setelah itu sekolah melakukan verifikasi ulang untuk data yang telah dikumpulkan.

“Menurut info dari sekolah kuota akan diberikan secara bertahap dari tanggal 22 September hingga Desember 2020, bantuan kuota tersebut berlaku sampai 22 Oktober 2020, untuk itu nomor kartu tersebut harus selalu aktif agar mendapatkan kuota belajar dari Kemdikbud RI”, tegasnya

Sementara itu, Adeli Margaretha, SMAN 12 Kalimantan Timur mengaku senang telah menerima bantuan kuota ini. Adeli mengatakan akan menggunakannya untuk Google Classroom dan Googel meet sebagai penunjang PJJ. Ia mengatakan, pemberian kuota belajar ini sangatlah bermanfaat dan membantu para siswa dan siswi yang kesulitan dalam ekonominya. Ungkapan rasa terima kasih juga disampaikan oleh orang tua siswa dari Illian Deta Arta Sari, Jakarta. Menurutnya program tersebut sangat bermanfaat membantu anak-anak dalam PJJ.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Hendraman berharap dengan bantuan kuota data internet dapat membantu keberlanjutan pembelajaran sehingga penguatan karakter tidak terputus. “Generasi millenial dan Z dapat terus menyalurkan kreativitas dan ekspresi mereka,” tuturnya

Selain itu Mendikbud juga menegaskan dengan adanya bantuan kouta  internet ini seluruh pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang belajar melalui daring.

Terkait pengawasan kebijakan bantuan kuota data internet, Kemendikbud bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Masyarakat juga dapat melakukan pengawasan jika terdapat penyimpangan dengan melaporkannya kepada Unit Layanan Terpadu (ULT) Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud di laman http://ult.kemdikbud.go.id/. Untuk pertanyaan teknis dapat ditanyakan ke layanan pelanggan masing-masing operator seluler dan ULT Kemendikbud. (Lany/Ryka)

Bantuan Kuota Data Internet 2020 : Pemenang Lomba Blog Dan Vlog Sudah Merasakan Manfaatnya