Bersama Atasi Perundungan, Pusat Penguatan Karakter Gelar Peningkatan Kapasitas Program Pencegahan Perundungan di Kabupaten Cianjur

Cianjur, 13 Juni 2024. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) bekerjasama dengan UNICEF Indonesia menyelenggarakan Peningkatan Kapasitas Program Pencegahan Perundungan di Satuan Pendidikann untuk pertama kalinya di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hal ini dilakukan tentunya dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua warga, terutama di lingkungan pendidikan.

Acara yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari ini pada 13–15 Juni 2024 bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis kepada tenaga pendidik dalam upaya mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar bagi semua.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, termasuk perwakilan dari berbagai sekolah jenjang SMP, SMA, SMK dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor dan sekitarnya, serta pejabat pemerintah setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung terciptanya iklim yang positif dan bebas dari kekerasan.

Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan

Pelaksanaan peningkatan kapasitas program pencegahan perundungan ini mengadopsi Program Roots Indonesia yang merupakah kerjasama UNICEF dan 3 direktorat teknis (Direktorat SMP, Direktorat SMA, dan Direktorat SMK) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kegiatan peningkatan kapasitas program pencegahan perundungan kepada pemangku kepentingan pendidikan di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota dilakukan karena lingkungan pendidikan merupakan salah satu lingkungan yang rentan terjadi tindakan kekerasan khususnya perundungan. Tindakan perundungan di lingkungan pendidikan dapat berdampak buruk pada kesejahteraan dan prestasi belajar siswa, serta dapat mempengaruhi kondisi lingkungan belajar.

Dalam sambutannya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan, Kemendikbudristek memiliki urgensi yang sangat besar untuk segera mengatasi perundungan yang ada di lingkungan satuan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu Kemendikbudristek telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Peraturan ini mendorong setiap satuan pendidikan membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan atau TPPK, dan pemerintah daerah untuk membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. TPPK perlu merancang dan melaksanakan program pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, jangan sampai menunggu suatu kasus terjadi baru menyadari pentingnya pencegahan untuk dilakukan. Salah satu program kolaborasi Kemendikbudristek dan UNICEF yang dapat diterapkan di satuan pendidikan untuk mencegah perundungan adalah program Roots Indonesia. 

Setuju dengan pernyataan Mendikbudristek, Kepala Puspeka Rusprita Putri Utami juga mengatakan bahwa perlindungan anak ini mendapatkan perhatian nasional bahkan internasional, khususnya mengenai pencegahan perundungan, hal ini sebagaimana tercantum pada RPJMN 2020-2024 dimana tujuan pembangunan berkelanjutan adalah terkait perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh dan ini sejalan dengan lahirnya Permendikbudristek nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. 

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Cianjur yang kali ini diwakilkan oleh Deden, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar juga turut mendukung pelaksanaan program pencegahan perundungan ini sebagai bentuk implementasi Permendikbudristek nomor 46 tahun 2023 ini. Dalam sambutannya Deden menyampaikan pentingnya pelaksanaan program ini agar dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Materi dan Pembicara

Peningkatan kapasitas ini menghadirkan oleh 9 orang narasumber fasilitator nasional program Roots Indonesia yang akan memberikan materi tentang Modul Pembelajaran Roots Indonesia kepada peserta yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Guru Bimbingan Konseling dari sekolah yang diundang. Para peserta ini nantinya akan menjadi fasilitator guru, yang harapannya para Fasilitator Guru ini nantinya dapat memberikan pemahaman kepada siswa yang akan menjadi Agen Perubahan dalam mengetahui langkah-langkah penerapan program pencegahan perundungan di sekolah.

Selain itu, para peserta juga diberikan pelatihan tentang bagaimana mengenali tanda-tanda perundungan, baik secara fisik maupun psikologis. Mereka juga dilatih untuk membangun sistem dukungan di sekolah yang melibatkan guru, orang tua, dan siswa dalam upaya menciptakan lingkungan yang positif.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan bebas dari perundungan.