1. Siapa saja yang bisa mengikuti lomba ini?
    • Murid Sekolah Dasar dan Sekolah Dasar Luar Biasa Kelas 1 s.d. 6 yang berada di wilayah Republik Indonesia
    • Guru PAUD/TK/SD/SMP/SMA/SMK/SLB yang berada di wilayah Republik Indonesia
  1. Berapa banyak surat yang boleh dikirim oleh setiap peserta?
    • Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) buah surat ke surel atau nomor whatsapp. Jika peserta mengirim lebih dari 1 (satu) surat, maka kami akan menggunakan surat pertama yang dikirimkan.
  1. Apa saja syarat dan ketentuan penulisan surat bagi guru?
    • Tema surat bagi guru adalah
      “Pengalaman mengajar selama bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19, kesan bulan Ramadhan, dan harapan akan perayaan Idul Fitri”
    • Surat harus mengandung unsur gotong royong dan toleransi
    • Surat harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
    • Surat tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, dan politik
    • Surat harus orisinil/tidak plagiat
    • Surat dapat diketik (format PDF atau Word) atau ditulis tangan (difoto, format JPEG/PNG/PDF)
    • Panjang surat maksimal 250 kata atau maksimal 1 (satu) lembar kertas ukuran A4
    • Guru harus mencantumkan 2 (dua) nomor telepon yang bisa dihubungi di bagian akhir surat atau di badan surat elektronik (email).
    • Guru mengunggah dua berkas yaitu: 
      • identitas diri berupa foto KTP dengan format JPEG/PNG/PDF dengan ukuran maksimal 1 (satu) MB
      • foto guru dengan ukuran maksimal 1 (satu) MB
    • Surat yang dikirimkan menjadi hak milik Kemendikbud
    • Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat
  1. Apa saja syarat dan ketentuan penulisan surat bagi murid?
    • Tema surat bagi murid adalah “Pengalaman belajar selama bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19, kesan bulan Ramadhan, dan harapan akan perayaan Idul Fitri”
    • Surat harus mengandung unsur gotong royong dan toleransi
    • Surat harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
    • Surat tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, dan politik
    • Surat harus orisinil/tidak plagiat
    • Surat dapat diketik (format PDF atau Word) atau ditulis tangan (difoto, format JPEG/PNG/PDF)
    • Panjang surat maksimal 250 kata atau maksimal 1 (satu) lembar kertas ukuran A4
    • Murid harus mencantumkan 2 (dua) nomor telepon yang bisa dihubungi, bisa nomor telepon orang tua atau pribadi.
    • Murid mengunggah dua berkas yaitu:
      • identitas orang tua atau wali murid berupa foto KTP orang tua atau wali murid dengan format JPEG/PNG/PDF dengan ukuran maksimal 1 (satu) MB
      • foto murid dengan ukuran maksimal 1 (satu) MB
    • Surat yang dikirimkan menjadi hak milik Kemendikbud
    • Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.
  1. Bagaimana cara mengirimkan surat ke Mendikbud?
    • Peserta menuliskan surat kepada Mendikbud sesuai format, syarat, dan ketentuan yang berlaku.
    • Setiap berkas diberi nama 
      • (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kabupaten/Kota)_Surat untuk berkas surat. Contoh:
        Mila Kinasih_Guru_SMPN 3 Makassar_Kota Makassar_Surat
      • (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kabupaten/Kota)_Foto untuk berkas foto diri. Contoh: Mila Kinasih_Guru_SMPN 3 Makassar_Kota Makassar_Foto
      • (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kabupaten/Kota)_Foto untuk berkas KTP. Contoh: Mila Kinasih_Guru_SMPN 3 Makassar_Kota Makassar_KTP
    • Surat dikirimkan ke surat elektronik (email) cerdasberkarakter@kemdikbud.go.id dengan subjek surat: (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kabupaten/Kota). Contoh: Ari Setiawan_Murid_SDN 1 Boyolali_Kabupaten Boyolali
    • Surat dengan tulisan tangan dapat difoto (format JPEG/PNG/PDF) dan dikirimkan melalui Whatsapp ke nomor 
      • 0822 9777 7058 (untuk guru), atau
      • 0856 9777 7058 (untuk murid
      • Dengan subjek: (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kabupaten/Kota). Contoh: Ari Setiawan_Murid_SDN 1 Boyolali_Kabupaten Boyolali
      • Catatan: Cukup mengirimkan berkas ke salah satu dari surat elektronik atau Whatsapp, tidak perlu mengirimkan ke kedua kanal tersebut sekaligus.
  1. Apakah yang tidak merayakan Idul Fitri juga dapat mengikuti lomba ini?
    • Tentu saja bisa! Silahkan ceritakan kesan dan pengalaman mengajar dan belajar selama bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19 dan harapannya ke depannya setelah pascapandemi ini
  1. Bagaimana pengumuman pemenang lomba ini?
    • Kemendikbud akan mengumumkan pemenang pada tanggal 18 Mei 2020. Pengumuman akan disampaikan langsung ke nomor telepon yang tertera pada berkas peserta.  Jangan lupa cerita harus mengandung unsur gotong royong dan toleransi.
  1. Bagaimana jika saya dinyatakan sebagai pemenang lomba ini?
    • Para pemenang yaitu 2 (dua) orang guru dan 2 (dua) orang murid akan melaksanakan diskusi langsung secara daring pada tanggal 19 Mei 2020 (dapat berubah). Kemendikbud akan memfasilitasi paket internet senilai Rp. 300.000 (Tiga ratus ribu rupiah) bagi para pemenang.
  1. Saya tidak memiliki komputer untuk mengetik surat, apa yang bisa saya lakukan?
    • Anda bisa menulis dengan tangan surat untuk Mendikbud, lalu mengirimkan foto surat beserta foto peserta dan foto KTP melalui Whatsapp ke nomor 0822 9777 7058 (untuk guru) atau 0856 9777 7058 (untuk murid).
    • Dengan subjek: (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kabupaten/Kota). Contoh: Ari Setiawan_Murid_SDN 1 Boyolali_Kabupaten Boyolali
  1. Apakah surat yang ditulis harus merupakan kolaborasi dari guru dan murid?
    • Tidak. Guru dan murid menulis surat masing-masing kepada Mas Menteri Nadiem Makarim.
  1. Selain diundang dalam diskusi langsung dengan Mendikbud, apa saja yang akan diperoleh oleh pemenang?
    • Para pemenang yaitu 2 (dua) orang guru dan 2 (dua) orang murid yang akan berdiskusi langsung secara daring bersama Mas Menteri Nadiem Makarim akan mendapatkan paket internet senilai Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah). Bagi 5 besar guru dan 5 besar siswa akan mendapatkan sertifikat.

DAFTAR TANYA JAWAB LOMBA MENULIS SURAT UNTUK MENDIKBUD