Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter menjadi kekuatan hukum bagi amanat ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktur Jenderal Kebudayaan menanggapi secara pro aktif amanat dalam Peraturan Presiden tentang Penguatan Pendidikan Karakter ini.

Tercatat, Direktorat Jenderal Kebudayaan sudah melakukan beberapa program untuk menjalankan amanat itu yakni Sastra Budi Pekerti, Pusaka Bangsa, dan Pusaka Seni Rupa. Yang masih berjalan adalah juga Program Pusaka Sastra. Rangkaian buku Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Sejarah yang terbit ini adalah juga bukti komitmen menjalankan amanat itu.

Perpres tentang PPK menyatakan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya dan menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, dan budi pekerti. Salah satu tujuan Penguatan Pendidikan Karakter adalah untuk “membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan.” Membekali peserta didik dengan jiwa Pancasila di masa kekinian merupakan tantangan yang perlu dihadapi oleh para pendidik.

Tentu saja, pendidikan merupakan tempat yang strategis untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa, sekaligus wahana bagi pembentukan karakter bagi setiap individu dalam rangka membentuk dirinya sebagai warga Negara yang dewasa dan bertanggungjawab. Terlebih, pendidikan sejarah merupakan ruang-ruang pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dalam mengembangkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Direktorat Jenderal Kebudyaaan berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai macam kegiatan budaya, baik dilakukan dalam kolaborasi dengan lembaga pendidikan, maupun dengan masyarakat umum.

Terbitnya buku Penguatan Pendidikan Karakter melalui Sejarah (buku dapat diunduh di bagian Modul dan Buku Saku), diharapkan dapat memperkaya praksis pemelajaran sejarah dalam membentuk karakter peserta didik dan melibatkan para pemangku kepentingan lain, antara lain orang tua dan masyarakat dalam mendukung gerakan Penguatan Pendidikan Karakter yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Hilmar Farid

Direktur Jenderal Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Sejarah