“PPK, literasi dan Kurikulum 2013 merupakan kebijakan yang harus diintegrasikan secara terpadu. Hal ini karena kami menyadari bahwa pendidikan karakter secara terpadu di dalam pembelajaran hakikatnya adalah pengenalan nilai-nilai dan internalisasi nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Kami terus memfokuskan berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler untuk memperkuat 5 nilai utama PPK dengan berbagai kegiatan yang kreatif.

Disamping itu, desain pembelajaran yang telah terintegrasi dimaksudkan untuk mendorong anak agar memiliki kompetensi abad 21, kemampuan literasi, mengadopsi kearifan lokal, dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Setiap guru mata pelajaran menyampaikan materi-materi dan dikaitkan dengan nilai karakter. Pembelajaran dengan berbagai model dan metode akan selalu kami hubungkan dengan pendekatan kearifan lokal.”

Implementasi PPK oleh guru yang saat ini memiliki peran sebagai tutor, fasilitator, katalisator, pelindung dan penghubung sumber-sumber belajar sudah terintegrasi pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan menggunakan 4 model pembelajaran yang direkomendasikan antara lain discovery learning, inquiry learning, problem base learning dan project base learning dengan menggunakan metode yang bervariasi. Proses pembelajaran diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan peserta didik diajak untuk memulai pelajaran dengan berdo’a (religius), menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mars PPK maupun lagu wajib nasional pada akhir pembelajaran (nasionalis).

Kegiatan inti pembelajaran terintegrasi dengan nilai karakter mandiri, gotong royong, dan integritas. Karakter mandiri dan integritas di tunjukan oleh siswa melalui kegiatan melaksanakan ulang harian, tes lisan maupun tes tulis dengan soal-soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills), mengembangkan karakter mandiri peserta didik juga di tunjukkan dengan proses pembelajaran berbasis keterampilan abad 21 atau 4C (Critical thinking, Creativity, Communication, and Collaboration), mempresentasikan hasil diskusi dan mendemonstrasikan hasil kerja proyek serta penugasan, sedangkan karakter gotong royong terwujud saat peserta didik melaksanakan kerja kelompok di dalam bereksperimen, demonstrasi dan berdiskusi.Salah satu model pembelajaran yang di dilaksanakan di sekolah kami diantaranya Discovery/Inquiry Learning dengan metode pembelajaran diskusi, pengamatan dan eksperimen.

Pada kegiatan pendahuluan guru mengucapkan salam pada saat masuk kelas kemudian mengajak berdoa bersama. Hal ini merupakan kegiatan religius awal yang di laksanakan peserta didik sehingga menumbuhkan rasa kedekatan emosional guru dengan peserta didik. Kegiatan berdo’a juga menumbuhkan iman dan taqwa peserta didik kepada Tuhan YME, setelah itu peserta didik bersama-sama menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sebagai salah satu wujud dan upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Pada kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran juga disampaikan tujuan yang akan di capai peserta didik pada pembelajaran hari itu sehingga peserta didik secara garis besar bisa memahami rangkaian materi yang akan di pelajari pada hari itu. Dengan kegiatan awal tersebut peserta didik merasakan bahwa mereka benar-benar di perhatikan dan di ayomi di sekolah, mereka sedikit demi sedikit bisa merasakan karakter religius, nasionalis dan gotong royong tertanam pada diri mereka.

Kegiatan pembelajaran inti yang dilaksanakan oleh guru dengan model pembelajaran Discovery Learning di mulai dari Stimulus (pemberian rangsangan) kepada peserta didik dengan mengamati gambar atau foto, video atau di lingkungan sekolah kemudian mengidentifikasi gambar tersebut.

Kegiatan pengamatan tersebut merupakan bagian dari menumbuhkan budaya literasi dalam pembelajaran. Peserta didik di ajak berlatih mengamati dan mendiskripsikan foto tersebut, dan berlatih menuliskan apa yang terjadi pada obyek yang di amati. Langah selanjutnya pada model pembelajaran Discovery Learning adalah identifikasi masalah, diantaranya adalah kegiatan bertanya tentang apa yang di amati tentang obyek yang ada di lingkungan greenhouse, kegiatan ini melatih siswa untuk mandiri dan tertanam karakter integritas dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekolah.

Pada kegiatan pembelajaran selanjutnya adalah data collection (pengumpulan data), dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi yang di peroleh dari kegiatan di atas, serta untuk menambah wawasan pembelajaran peserta didik, di masing-masing kelas telah tersedia class library (perpustakaan kelas), guru sebagai tutor dan fasilitator selalu siap mendampingi peserta didik pada saat melaksanakan pembelajaran, sehingga siswa merasa nyaman dan menyenangkan dalam mengerjakan tugasnya. Melalui kegiatan tersebut telah tertanam karakter mandiri, gotong royong dan integritas pada siswa.

Pada langkah pembelajaran selanjutnya adalah proses pengolahan data, siswa di ajak untuk berlatih mengoalah data dari hasilpengamatan, kemudian bereksperimen tentang apa yang harus di simpulkan sebagai hasil dari pengamatan, mereka di ajak untuk mengembangkan pembelajaran abad 21 yaitu mampu berpikir kritis dan analitis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Kemudian peserta didik menuju ke tahap pembelajaran berikutnya yaitu peserta didik menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan kepada teman-temannya di depan kelas tentang hasil pengamatan dan eksperimen yang sudah dilakukan, dengan kegiatan ini ternyata peserta didik sangat antusias dan percaya diri menyampaikan hasil kerjanya dengan cara presentasi di depan kelasnya. Sehingga karakter integritas dan mandiri tertanam pada diri peserta didik. Selanjutnya pada kegiatan penutup peserta didik diberikan umpan balik oleh guru, dan diakhiri dengan membuat kesimpulan yang dipelajari pada hari itu. Hal ini melatih peserta didik untuk percaya diri setiap siswa dan menumbuhkan daya kritis siswa.

Pembelajaran pada kurikulum 2013 memang guru tidak memaksakan tugas rumah atau PR, tetapi mereka di berikan pesan oleh guru yang nantinya bisa di jadikan bahan diskusi dengan orangtua sebagai salah satu umpan balik dan sarana komunikasi antara guru, orangtua dan masyarakat.

Kegiatan pembelajaran tersebut ditutup dengan do’a, dan diharapan semoga materi yang disampaikan pada hari itu bisa bermanfaat. Kemudian peserta didik menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah bersama-sama sebagai wujud rasa nasionalisme.

Rutinitas aktivitas pembelajaran secara terus menerus dilaksanakan oleh setiap guru dengan memberikan pelayanan serta keteladanan kepada siswa. Saya selaku Kepala Sekolah bersama dewan guru selalu melakukan rapat dan berbagi pengalaman/ praktik baik dalam rangka pengembangan inovasi mengajar di dalam kelas secara berkelanjutan demi mewujudkan suasana pembelajaran yang baik dan menyenangkan. Dan kami bersyukur perjuangan kami menuai hasil yang baik, setiap upacara hari senin, selalu ada siswa berprestasi yang menjuarai berbagai perlombaan baik di bidang akademik maupun non akademik dan kami selalu umumkan dengan sebutan hari “Hari Apresiasi Prestasi”.

Kontributor: SMPN 1 Lamongan

Pemanfaatan Sumber-Sumber Belajar di Dalam dan Luar Kelas