Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Provinsi Aceh

Kabupaten Aceh Besar, 25 Juni 2024 – Dalam upaya mendukung Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (RAN P4GN), Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Ekosistem Pendidikan. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 25 Juni 2024, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Besar. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada pendidik, peserta didik, orang tua, dan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika serta memperkuat karakter peserta didik melalui Profil Pelajar Pancasila, dihadiri 110 peserta, terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, guru, komite/orangtua, peserta didik, dan komunitas di Provinsi Aceh. 

Dalam sambutannya, Khairul Hadi, Kepala Subbagian Umum BPMP Provinsi Aceh, mewakili Kepala BPMP Provinsi Aceh, menyambut baik kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat penting terkait pencegahan narkotika. Kita semua tahu bahaya peredaran gelap narkotika, baik di sekolah, masyarakat, dan di mana-mana. Kita bisa sama-sama mencegah hal-hal negatif dari peredaran gelap narkotika. BPMP Aceh siap memberi dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif ini,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami. Dalam sambutannya, Rusprita menegaskan pentingnya  melaksanakan sosialisasi untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika di seluruh ekosistem pendidikan agar terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan yang bebas dari narkoba. “Mari bersama-sama ambil peran dalam memerangi penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika, dan prekursor narkotika, minimal di wilayah kita masing-masing. Selain itu, juga kami berharap agar Bapak Ibu turut serta dalam penguatan karakter melalui penyebarluasan konten-konten dari Puspeka, termasuk konten-konten anti narkoba. Karena kami menyadari bahwa penyebarluasan penguatan karakter ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun memerlukan peran serta Bapak Ibu semua,” imbau Rusprita Putri Utami.

Sementara itu, Syahrul Maulidi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN), yang hadir sebagai salah seorang  narasumber, berbagi praktik baik dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan, peredaran gelap, dan prekursor narkotika. “Kita semua harus berbuat, tidak boleh lagi saling menyalahkan dan saling menuding. Indonesia darurat narkoba sudah dibicarakan selama sekian tahun oleh Bapak Presiden, dan sampai hari ini masih belum dicabut. Bagaimana kita bisa menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya narkotika, sedangkan kita sebagai orang tua tidak memiliki wawasan yang cukup terkait narkotika?. Jadi, kegiatan seperti ini perlu kita apresiasi. Negara tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini sendiri, dan kita perlu membangun komunikasi yang baik dengan keluarga, karena keluarga adalah benteng terakhir terkait penyalahgunaan narkoba.” ujarnya.

Narasumber berikutnya, Marzuki Ali Basyah, Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, menerangkan secara detail tentang berbagai hal terkait jenis, golongan, dan dampak dari penyalahgunaan narkotika dengan harapan agar pengetahuan tersebut dapat diteruskan atau disosialisasikan peserta kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya. 

Acara ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga sebagai platform untuk berkoordinasi dan menindaklanjuti berbagai kesepakatan, serta menciptakan konten edukatif dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional yang diperingati pada tanggal 26 Juni setiap tahunnya.

Pusat Penguatan Karakter 

Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek

#CerdasBerkarakter